blog.md
CLI Productivity Hacks Favorit Saya
Saya selalu merasa paling produktif saat semua pekerjaan dilakukan lewat terminal. Karena itu saya merapikan dotfiles dan bikin sekumpulan alias ringan . contoh paling sering dipakai adalah `gst` untuk `git status`, `gco` untuk checkout branch, dan `lg` yang menampilkan log git dengan format graf berwarna. Semua alias saya taruh di file `~/.config/zsh/aliases.zsh` lalu saya source dari `.zshrc` supaya rapi.
Fondasi environment saya adalah Oh My Zsh. Dengan framework ini saya bisa memakai theme `powerlevel10k` dan plugin favorit seperti `git`, `zsh-autosuggestions`, serta `zsh-syntax-highlighting`. Kombinasinya bikin prompt selalu menampilkan branch, status staging, dan waktu eksekusi command terakhir. Kalau lagi debugging lambat, cukup lihat prompt untuk tahu command mana yang boros waktu.
Untuk navigasi direktori saya mengandalkan `zoxide`. Tool ini mirip autojump generasi baru yang menghitung frekuensi kunjungan. Saya bikin alias `zpr` untuk `z personal-web` sehingga pindah repo hanya satu huruf. Saat lupa nama direktori, tinggal ketik `zi` lalu pilih dari daftar interaktif `fzf`. Keduanya saya ikat lewat widget `fzf-zoxide` sehingga semua serba cepat.
Produktivitas tambahan datang dari kombinasi `tmux` dan `wezterm`. Saya punya session bernama `dev` yang otomatis membuka panel kiri untuk editor (melalui `nvim`) dan panel kanan untuk server `npm run dev`. Setiap kali login server, cukup jalankan `tmux attach -t dev` dan semua lingkungan siap pakai. Workflow ini bikin saya jarang menyentuh GUI kecuali ketika harus cek desain atau preview animasi di browser.